Batalkan Pertemuan dengan Putin, Kremlin Sesali Keputusan Trump

loading…

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump batal bertemu di sela-sela KTT G20. Foto/Istimewa

MOSKOW – Kremlin menyesalkan keputusan pemerintah Amerika Serikat (AS) membatalkan pertemuan yang direncanakan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Presiden Donald Trump di Argentina. Hal itu diungkapkan oleh juru bicara kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov.

“Kami menyesalkan keputusan pemerintah AS untuk membatalkan pertemuan yang direncanakan antara kedua presiden di Buenos Aires. Ini berarti bahwa pembahasan masalah internasional dan bilateral yang serius sedang tertunda untuk jangka waktu yang tidak pasti,” kata Peskov.

“Adapun Presiden Rusia Vladimir Putin, dia siap untuk mengadakan kontak dengan mitra AS-nya,” tambah juru bicara Kremlin seperti disitir dari Sputnik, Jumat (30/11/2018).

Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat Anatoly Antonov mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Rusia harus melanjutkan dialog untuk mempertahankan Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF) yang fundamental bagi keamanan global.

“Kami masih bertahan untuk konsultasi berkelanjutan dengan maksud mempertahankan Perjanjian INF sebagai salah satu pilar keamanan internasional,” kata Antonov dalam pidatonya di Princeton University.

Sebelumnya, Donald Trump mengatakan bahwa ia memutuskan untuk membatalkan pertemuan yang dijadwalkan dengan timpalannya dari Rusia, Vladimir Putin pada KTT G20 di Argentina. Pengumuman Presiden AS itu datang hanya kurang dari satu jam setelah dia mengklaim itu adalah waktu yang sangat baik untuk bertemu dengan Putin. Trump mengambil keputusan untuk membatalkan pertemuan setelah menerima laporan lengkap tentang insiden di Selat Kerch.

Kapal penjaga pantai Rusia melepaskan tembakan pada hari Minggu saat dua kapal perang Ukraina dan sebuah kapal kecil berlayar melalui Selat Kerch di lepas pantai Crimea, yang dianeksasi oleh Rusia pada tahun 2014. Dua puluh empat orang Ukraina ditahan dan setidaknya tiga orang terluka dalam insiden itu.

Ukraina menggambarkan insiden itu sebagai “tindakan agresi” tetapi Rusia mengatakan kapal negara tetangganya itu telah secara ilegal memasuki perairannya.

Rusia menggambarkan insiden itu sebagai provokasi yang melanggar Pasal 19 dan 21 dari Konvensi PBB tentang Hukum Laut dan berjanji untuk menekan setiap upaya untuk menantang integritas dan kedaulatan teritorialnya.

KTT G20 sendiri akan diadakan di Buenos Aires pada hari Jumat dan Sabtu waktu setempat.

(ian)