AGEN POKER | CARA DAFTAR POKER ONLINE INDONESIA TERPERCAYA

Buni Yani akan Dieksekusi, TKN Jokowi: Yang Jantan Saja

Jakarta – Direktur Program TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Aria Bima, meminta Buni Yani bersikap kesatria soal eksekusi pada Jumat, 1 Februari. Aria menegaskan penegakan hukum bukanlah kriminalisasi.

“Ahok juga sudah berani. Yang jantan saja, nggak usaah terlalu cengeng. Semua orang sudah mempertangggungjawabkan tindakannya, nggak usah terlalu didramatisasi menjadi (menyebut) pemerintahan yang otoritarian, yang seolah-olah dizalimi,” ujar Aria Bima usai mengkuti rapat bersama KPU juga BPN membahas persiapan debat capres kedua di gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2019).

Penegakan hukum ditegaskan Aria Bima tidak bisa diintervensi mulai dari penanganan laporan, penetapan tersangka hingga putusan di pengadilan. Aria Bima lantas menyebut Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok yang sudah menjalani hukuman.

“Termasuk Ahok kan sudah masuk penjara kan. Jangan ada desain begini lo akan mencaci maki pemilu itu sebagai arena panggung untuk saling hujat dan mencaci, fitnah sampai ada proses pelanggaran yang akhirnya setelah pelanggaran itu ditindaklanjuti, kita ngomong kriminalisasi,” paparnya.

Buni Yani sebelumnya mengakui sudah menerima salinan putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA). Dengan diterimanya salinan putusan itu, Buni Yani menyebut kasusnya telah inkrah.

“Dua hari yang lalu saya sudah mendapatkan panggilan dari Kejaksaan Negeri Depok, akan dilakukan eksekusi. Saya masuk penjara tanggal 1 Februari, hari Jumat lusa,” kata Buni Yani saat memberikan sambutan di acara ‘Aksi Solidaritas Ahmad Dhani’ di kantor DPP Gerindra, Jl RM Harsono, Rabu (30/1).

Kasus yang menjerat Buni Yani bermula saat ia mengunggah potongan video Ahok ketika masih menjabat Gubernur DKI menjadi 30 detik pada 6 Oktober 2016. Padahal video asli pidato Ahok berdurasi 1 jam 48 menit 33 detik.
(fdn/fdn)