AGEN POKER | CARA DAFTAR POKER ONLINE INDONESIA TERPERCAYA

FPI Jawab TKN Jokowi Soal Kepatutan Habib Rizieq Minta Caleg PBB ‘Bedol Desa’

Jakarta – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab (HRS) dinilai tidak patut memberi imbauan kepada kader Partai Bulan Bintang (PBB). Juru bicara FPI Slamet Maarif meyatakan maklumat Rizieq ditujukan kepada anggota, pengurus, simpatisan hingga sayap juang FPI yang menjadi pengurus maupun caleg PBB.

“HRS itu imam besar FPI, yang diinstruksikan itu pengurus, anggota, dan simpatisan serta sayap juang FPI. Jadi sangat relevan, gunakan akal sehat dong,” kata Slamet kepada wartawan, Selasa (29/1/2019).

Pernyataan tak patut itu disampaikan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding. Menurutnya Rizieq tak patut menyampaikan maklumat karena pencalegan merupakan persoalan internal partai.


Slamet meminta Karding untuk membaca dengan baik-baik berita terkait maklumat yang dikeluarkan pihaknya. Sehingga menurutnya, Rizieq sebagai imam besar FPI memberikan maklumat kepada anggotanya.

“Suruh baca baik-baik dia,” tutur dia.

Slamet mengatakan FPI punya ratusan anggota, pengurus, simpatisan, dan sayap juang yang bergabung dengan PBB. Namun begitu, menurutnya yang terpenting ialah konstituen/pemilih yang akan menyalurkan aspirasinya 17 April nanti.

“Di belakang seratus itu yang penting, umat,” katanya.

Sebelumnya Karding menganggap Rizieq tak patut karena mengeluarkan maklumat agar kepada pengurus dan aktivis FPI beserta sayap juang yang menjadi pengurus ataupun caleg Partai Bulan Bintang (PBB) untuk ‘bedol desa’ dari partai tersebut. Sebab hal tersebut merupakan urusan internal PBB.

“Itu sebenarnya bisa kita sebut tidak patut karena itu menjadi urusan internal PBB,” ungkap Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding kepada wartawan, Selasa (29/1/2019).

Maklumat dikeluarkan Habib Rizieq lantaran PBB secara resmi memutuskan mendukung Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019. Menurut Karding, perintah dari Rizieq itu tak akan berpengaruh dengan kesolidan PBB di bawah pimpinan Ketum Yusril Ihza Mahendra. Karding juga menilai perlawanan sejumlah kader atau caleg PDIP tak akan mempengaruhi dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf. Ia menilai dinamika internal biasa terjadi di partai-partai.

“Bahwa ada sedikit dan sebagian kecil yang berbeda itu biasa. Dalam politik, dinamika partai biasa terjadi,” sebut Karding.

(jbr/fjp)