AGEN POKER | CARA DAFTAR POKER ONLINE INDONESIA TERPERCAYA

Geger Aroma Rp 10 M di Balik Kaburnya WN Prancis dari Sel Polda NTB

Mataram – WN Prancis, Dorfin Felix (34) yang menyelundupkan sabu 24 kg kabur dari sel tahanan Polda NTB. Ada aroma suap Rp 10 miliar di balik kaburnya Dorfin.

“Ada berita atau bocoran halus bahwa kaburnya tahanan (Dorfin Felix) dikarenakan ada konspirasi dengan orang dalam dan orang dalam menerima uang. Angkanya pun tak tanggung-tanggung, Rp 10 miliar. Tim Krimsus mencoba mendalami tentang angka itu,” ucap Irwasda Polda NTB, Kombes Pol Agus Salim Agus Salim, Rabu (30/1/2019).

Salim menyatakan pihak Krimsus Polda NTB juga telah melakukan pendalaman terkait informasi nominal uang yang diindikasikan adanya keterlibatan anggota Polda NTB berinisial TM, sebelumnya polisi menyebut inisial T. Polisi juga telah menghubungi beberapa kantor ekspedisi pengiriman uang dan barang.

“Yang pertama yang kita hubungi adalah Pos, yaitu terkait dengan western union. Kita cek selama dua bulan terakhir, ternyata kepada oknum tadi (TM) baru dua kali. Angkanya itu yang pertama Rp 7 juta, yang kedua Rp 7,5 juta,” ungkap Salim.

Pengirim uang yang berjumlah Rp 14,5 juta tersebut dari hasil kloning handphone TM, berasal dari orangtua Dorfin di luar negeri.

Uang tersebut digunakan untuk kepentingan Dorfin membeli beberapa fasilitas selama dia berada dalam Rutan Tahti Polda NTB.

“Salah satunya dibelikan handphone. Secara kode etik itu kesalahan besar. Yang kedua dibelikan televisi, yang lainnya digunakan untuk keperluan sehari-hari,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Dorfin ditangkap di Bandara Zainuddin Abdul Madjid, Lombok, pada 21 September 2018. Dari tangannya, didapati 2,4 kg lebih dan jenis ekstasi lainnya senilai Rp 3,2 miliar. Setelah itu, WN Prancis itu ditahan di gedung Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda NTB.

Pada Senin (21/1), Polda NTB dibikin geger. Dorfin diduga melarikan diri dengan memotong jendela jeruji besi kamar tahanan yang berada di lantai dua. Dorfin memotong terali besi di sebelah barat gedung. Kemudian turun menggunakan lilitan kain yang diikat di terali.
(asp/asp)