AGEN POKER | CARA DAFTAR POKER ONLINE INDONESIA TERPERCAYA

Geger Kasus Paedofil di Asrama di Bali

Denpasar – Pulau Dewata kembali digegerkan kasus paedofil. Kali ini pemerhati anak menyoroti kasus dugaan paedofil yang terjadi di salah satu asrama di Klungkung, Bali.

Dugaan paedofil itu terkuak dari hasil assestment psikiater Prof Suryani terhadap empat anak yang tinggal di sekolah asrama tersebut. Saat itu, muncul surat pernyataan pengelola sekolah agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Ada bukti surat pernyataan GI (pengelola sekolah) yang mengakui dan meminta maaf atas apa yang dia lakukan terhadap anak-anak asrama. Kedua GI juga berjanji akan keluar dari asrama dan tidak akan menjadi jeruji di situ, jeruji itu maksudnya guru supaya dia tidak terlibat lagi ajar-mengajar di situ. Ketiga ada keterangan seorang donatur tetap bule yang bersedia menjadi saksi ke persidangan atau kantor polisi. Keempat keterangan dari korban,” kata pemerhati anak Siti Sapura usai beraudiensi dengan istri Gubernur Bali Putri Koster di Wisma Sabha Utama, Denpasar, Senin (28/1/2019) malam.


Surat pernyataan tersebut diteken pengelola GI pada 2010 silam. Namun ternyata ada kasus berulang yang ditemukan pada 2015. Ipung, sapaan karibnya, khawatir dengan bertambahnya korban jika tak ada penyelidikan terhadap kasus tersebut.

“Itu dia bersurat tahun 2010, kejadiannya berulang 2015 berarti kita tidak mengacu pada surat pernyataan pertama. Ini nggak bisa diampuni karena paedofil adalah orang yang sakit, dia akan melakukan selama melihat korban, tidak akan berhenti sebelum mereka masuk penjara atau mereka mati,” ujarnya.

Ipung berharap tim Polda Bali mengerahkan timnya untuk melakukan investigasi terhadap sekolah asrama tersebut. Sebab, tak banyak pemerhati anak di Bali yang berani bersuara dalam kasus dugaan paedofilia yang melibatkan pengelola asrama ini.

(ams/asp)