AGEN POKER | CARA DAFTAR POKER ONLINE INDONESIA TERPERCAYA

Heboh Kapten Leo Sianturi Minta Tolong Presiden Jokowi

Jakarta – Sosok Danramil 10 Balimbingan, Kodim 02/07 Simalungun, Kapten Leo Sianturi menjadi perbincangan netizen setelah videonya viral di media sosial. Dalam video berdurasi satu menit itu Kapten Leo viral marah-marah karena merasa tidak dilayani dengan baik selama dirawat di Rumah Sakit (RS) TNI Pematangsiantar.

Kapten Leo bahkan ‘membawa-bawa’ nama Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sambil duduk di kursi roda dan diinfus, dia meminta pertolongan Jokowi.

“Pak Presiden, tolong Pak Presiden. Saya tentara yang dari masyarakat akan kembali ke masyarakat. Sakit hati saya. Saya sakit tidak ada di opname, diopname tidak layani. Saya kecewa dengan RS tentara, kecewain pelayanan tidak bisa,” ujar anggota TNI itu seperti dalam video yang dilihat detikcom, Sabtu (26/1/2029).


Kapten Leo menyebut tidak bisa diopname. Dia mengaku menjadi anggota TNI dari prajurit sampai perwira.

“Saya seorang perwira tidak berfungsi perwira. Sakit, opname tidak bisa. Tidak bisa di rumah sakit tentara tanpa dirawat. Sakit, saya seorang perwira, tidak berfungsi saya, tidak ada artinya angkatan darat di rumah sakit, tidak artinya. Inilah nasib saya ini, saya dari prajurit masuk sampe perwira,” ujarnya.

Kapten Leo Sianturi meminta pertolongan Presiden Jokowi.Kapten Leo Sianturi meminta pertolongan Presiden Jokowi. Foto: Kapten Leo (Screenshot video viral)

Pengakuan Kapten Leo lantas dibantah oleh Komandan Detasemen Wilayah (Dankesyah) Pematangsiantar, Letkol Ckm Suhartono. Menurut Suhartono, Kapten Leo marah-marah karena ditanya perawat RS TNI Pematangsiantar tentang keluarganya.

“Intinya adalah pasien-pasien yang dirawat, apalagi militer… adanya RS tentara karena ada tentara. Jadi dirawat sesuai dengan prosedur. Jadi tidak ada kami terlantarkan, tapi karena ketersinggungan itu kemudian yang bersangkutan marah-marah,” kata Suhartono dalam video yang diunggah di situs RS TNI Pematangsiantar.

Klarifikasi Suhartono sejalan dengan pengakuan perawat yang bertanya soal keluarga ke Kapten Leo. Perawat itu menceritakan secara detail awal mula Kapten Leo marah-marah.

Berawal dari pergantian shift perawat malam ke perawat pagi pada 25 Januari kemarin. Sesuai standar operasional prosedur (SOP), setelah pergantian shift, perawat pagi harus mengecek kondisi pasien.

“Kalau kami mau tukaran shift antara malam ke pagi selalu kami serah terima. Lalu saya tiba di ruangan Pak Leo Sianturi. Lalu saya menanyakan apakah Pak Leo sudah makan?” ujar perawat itu dalam video yang juga diunggah di situs RS TNI Pematangsiantar.

Perawat itu juga sempat bertanya soal anak dan istri ke Kapten Leo. Dia bertanya mengapa tidak ada keluarga yang menemani.

“Dan saya memang menanyakan siapakah yang menunggu bapak? Kenapa tidak ada yang menunggu? Dan saya tanya juga, ibu ke mana? Dan dijawab sama Pak Sianturi, ‘memang saya sudah cerai dengan istri saya’. Saya tanya kemudian, ‘anak bapak ada berapa?’ ‘Dua dijawab Kapten Leo), kalau nggak anak bapak lah suruh menunggu, anak saya jauh-jauh, satu di bandung, satu lagi sedang pendidikan. oh tentara juga ya pak, ya,” paparnya.

Menurut perawat itu, Kapten Leo mulai ‘naik darah’ saat ditanya soal keluarga. Kapten Leo tidak suka ditanya-tanya soal itu.

“Kemudian beliau nggak terima ucapan saya itu tadi. Berhubung dengan saya menyinggung perasaan hati bapak itu, merasa tersinggung karena saya menanya tentang keluarganya. Kemudian bapak itu turun dari tempat tidurnya menggunakan tongkat. Kemudian bapak itu keluar. Walaupun itu kami tahan juga bapak itu tidak mau, tetap bapak itu langsung keluar,” jelasnya.

Melihat Kapten Leo marah-marah, perawat itu mencoba melaporkan ke atasan mereka. Namun, Kapten Leo terlanjur meninggalkan RS TNI Pematangsiantar

Pihak RS TNI Pematangsiantar bersama jajaran TNI kemudian mencari Kapten Leo. Setelah ditelusuri, didapat informasi bahwa Kapten Leo sedang berada di BPJS Pematangsiantar.

“Kemudian pihak Rumah Sakit Tentara dengan cepat mengejar Kapten Leo Sianturi dan ternyata Kapten Leo Sianturi sedang laporan ke kantor BPJS Pematangsiantar. Pihak Rumah Sakit Tentara sudah berusaha membujuk Kapten Leo Sianturi dan menyampaikan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Akan tetapi Kapten Leo Sianturi masih emosi dan tidak ada merespon sampai kurang lebih 30 menit,” ujar pihak rumah sakit.

Pihak RS Pematangsiantar kemudian membujuk Kapten Leo untuk kembali ke RS. Namun Kapten Leo tetap tidak mau dirawat di sana melainkan dirawat RS Vita Insani Pematangsiantar.

Kisruh antara Kapten Leo dan RS TNI Pematangsiantar sampai ke telinga Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Roy Hansen Sinaga. Setelah berkomunikasi, Kolonel Roy mendapatkan jawaban atas kisruh tersebut.

“Jadi beliau sensitif saat itu, terpicu lah emosinya. Jadi ini hanya salah paham saja. Beliau mungkin-mungkin lagi naik darah tingginya,” kata Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Roy Hansen Sinaga kepada wartawan.

Kolonel Roy menegaskan semua prajurit selalu dilayani dengan baik. Dia juga memastikan pelayanan di rumah sakit di seluruh Kodam I/BB selalu dibenahi.

“Kita saat ini sedang berbenah. Jadi bila ke depan, ada sesuatu yang kurang sesuai oleh prajurit bisa dibicarakan dengan baik-baik dengan pihak Rumkit (rumah sakit), sehingga hal-hal seperti ini tidak perlu menjadi besar, apalagi dimanfaatkan oleh segelintir orang,” ujarnya.

Sampai saat ini Leo masih di rawat kamar 358 lantai 3 Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar. Kondisi yang bersangkutan juga membaik.
(zak/jbr)