AGEN POKER | CARA DAFTAR POKER ONLINE INDONESIA TERPERCAYA

Ngeri! Geng Begal ‘Wardu’ Wajibkan Anggota untuk Bacok Orang

Bekasi – Polres Bekasi menangkap komplotan begal yang menamakan dirinya geng ‘Wardu’ atau warung dua. Setidaknya mereka pernah berbuat onar sebanyak 20 kali di Bekasi.

Salah satu korban komplotan ini adalah Herbowo Darminto. Bowo, sapaan Herbowo, pernah dianiaya oleh para pelaku di Jalan Gatot Subroto, Cikarang, Kabupaten Bekasi pada Desember 2018 lalu.

Geng ini beranggotakan 8 orang yakni AZ, KF, B, J, A , KO (DPO), AG (DPO), dan AD (DPO). Mirisnya, anggota geng ini adalah remaja tanggung yang berusia belasan tahun.

“Usia paling muda 17 (tahun) dan yang paling tua 25 (tahun),” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Rizal Marito kepada detikcom, Jumat (25/1/2019).

Rizal mengungkap, tidak ada kegiatan positif yang dilakukan oleh kelompok geng ini. Mereka berkeliaran pada malam hari untuk berbuat onar atau melakukan pencurian dengan kekerasan atau begal.

“Geng Wardu (Warung Dua) adalah geng premanisme. Basecamp Geng Wardu terletak di Kampung Utan RT 04/ RW 29, Desa Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi,” lanjut Rizal.

Menurut Rizal, geng dibentuk oleh kelompok ini untuk aktualisasi diri. Mereka mempersyaratkan anggota baru untuk melakukan kekerasan untuk bisa gabung dalam kelompok mereka.

“Untuk bisa bergabung dengan geng Wardu harus pernah membacok minimal 1 orang. Untuk aktivitas geng ini biasanya mengambil handphone atau barang berharga milik orang yang melintas di sekitar wilayah Kabupaten Bekasi pada malam hari yang mana genk ini melakukan aksinya dengan menggunakan sepeda motor dengan cara membacok korbannya,” paparnya.

Korban disasar secara acak. “Sasarannya siapa saja yang lengah bisa anak muda atau atau siapapun yang sedang melintas di jalanan yang sepi,” ujar Rizal.

Geng Wardu selalu menggunakan senjata tajam dan sepeda motor dalam beraksi. Setiap sepeda motor dinaiki oleh 2 orang. Satu motor memepet sasaran, sedangkan lainnya stand by di belakang sasaran sebagai tim back up.

“Kemudian menendang motor korban hingga terjatuh, lalu membacok korban dan mengambil HP, motor atau barang lainnya, setelah itu melarikan diri,” ujar Rizal.

Jika mengalami kesulitan dalam menaklukan sasaran, maka seluruh anggota Geng Wardu akan mengepung dan mengeroyok korban.

Geng Wardu telah berkasi lebih dari 20 kali. Pada Kamis (15/1) lalu, geng ini beraksi di Jalan Pulosirih, Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi. Kemudian pada Kamis (7/1/2/2018), mereka pernah beraksi di Jalan Gatot Subroto, Desa Karang Asih, Kabupaten Cikarang, dan di Kampung Buniayu, Desa Sukarukun, Sukatani, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (26/12/2018).

Pelaku memiliki peran yang berbeda-beda. Rizal mengatakan, setiap kali beraksi, Geng Wardu bergantian orang, kecuali posisi joki.

“Ada peran joki, (ada) eksekutor. Eksekutor (selalu) inisial AZ dan KF,” ujar Rizal.

Empat pelaku, yakni AZ, KF, B, J, A bisa ditangkap di wilayah Kabupaten Bekasi. Sementara tiga pelaku lainnya yakni KO, AG dan AD masih diburu.

(mea/mea)