Rusia Penasaran Alasan Trump Batalkan Pertemuan dengan Putin

loading…

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin batal bertemu di sela-sela KTT G20. Foto/Istimewa

MOSKOW – Rusia mempertanyakan “alasan sebenarnya” Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin. Rusia menilai keputusan itu terkesan lebih kental muatan politis daripada meningkatnya ketegangan antara Moskow dengan Kiev.

Trump dan Putin dijadwalkan bertemu di sela-sela KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, akhir pekan ini. Namun Trump tiba-tiba membatalkan pertemuan tersebut dengan alasan bentrokan di Laut Azov di mana Rusia menembak dan kemudian menyita tiga kapal Ukraina.

Keputusan Trump itu muncul beberapa jam setelah mantan pengacara pribadi Trump, Michael Cohen, mengaku bersalah karena berbohong kepada Kongres tentang rencana pembangunan Menara Trump di Rusia. Pengakuan itu bertentangan dengan posisi Trump yang telah lama menyatakan tidak memiliki urusan bisnis di Rusia, dan mengancam akan mempertahankan pertemuan yang dijadwalkan dengan Putin.

“Apakah provokasi Ukraina di Selat Kerch merupakan alasan sebenarnya untuk pembatalan? Kami telah mendengar penjelasan resmi dan mencatatnya,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.

“Tetapi apakah itu benar? Saya pikir alasan sebenarnya berakar pada situasi politik domestik di Amerika Serikat, yang sangat penting untuk pengambilan keputusan,” imbuhnya seperti dikutip dari USA Today, Sabtu (1/12/2018).

Meskipun pembantu Gedung Putih berharap pertemuan G20 akan difokuskan pada kebijakan perdagangan Trump, presiden malah harus menanggapi perkembangan yang melibatkan Cohen. Trump mengatakan Jumat bahwa ia pernah “terlihat ringan” dalam melakukan proyek real estat di Rusia, meski bertahun-tahun membantah memiliki hubungan bisnis di negara itu.

Dia mencela upaya, yang akhirnya gagal, sebagai “sangat sah” dan “sangat keren.”

Pernyataan Zakharova datang sehari setelah Putin menepis keputusan Trump untuk membatalkan pertemuan mereka. Seorang juru bicara Kremlin mengatakan pada media Rusia bahwa jika pertemuan itu dibatalkan, Putin akan memiliki beberapa jam untuk bebas bertemu dengan para pemimpin dunia lainnya.

(ian)