Bahas Situasi Suriah, Erdogan Akan Temui Putin

Presiden Turki, Tayyip Erdogan mengatakan akan melakukan ke Rusia dalam waktu dekat untuk melakukan pertemuan dengan Vladimir Putin. Kunjungan Erdogan ke Rusia dimaksudkan untuk membahas situasi terkini di Suriah.

“Hari ini atau besok delegasi (Turki) akan mengunjungi Moskow, dan setelah itu saya juga akan mengadakan pembicaraan dengan Putin,” kata Erdogan dalam konferensi pers pasca berbicara di depan Parlemen Turki.

Ketika ditanya mengenai format pertemuan dengan Putin, Erdogan, seperti dilansir Tass pada Selasa (25/12), mengatakan bahwa sangat mungkin bahwa IDN Poker ini akan menjadi pembicaraan tatap muka.

Namun, pernyataan Erdogan ini dimentahkan oleh Kremlin. Menurut juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov sejauh ini tidak ada pembicaraan mengenai kemungkinan kunjungan Erdogan ke Rusia dan bertemu dengan Putin.

“Tidak, tidak ada pembicaraan atau kesepatan seperti itu yang telah dijadwalkan. Saya tidak memiliki informasi mengenai hal ini sekarang,” kata Peskov kepada awak media di Moskow.

Gagal Menjabat untuk Kedua Kali, Mantan PM Irak Salahkan Iran

Mantan Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi menyalahkan Iran atas kegagalannya untuk dapat menjabat sebagai pemimpin Irak untuk kali kedua. Abadi menyebut, Iran telah melakukan intervensi atas urusan politik di Irak.

Berbicara saat melakukan wawancara dengan media setempat, Abadi menyatakan bahwa dia yakin alasan dia gagal untuk menjabat sebagai PM Irak untuk kali kedua adalah karena adanya campur tangan Iran dalam politik Irak.

“Saya percaya bahwa Iran menghambat kesempatan saya untuk masa jabatan kedua, karena komitmen saya terhadap sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran,” kata Abadi dalam wawancara tersebut.

“Iran telah mulai merasa terancam oleh saya pada titik ini, maka mereka mengalihkan dukungan mereka dengan Perdana Menteri saat ini, Adel Abdul Mahdi,” sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (10/12).

Abadi menjelaskan, bahwa sikapnya terhadap Iran dalam hal sanksi AS sangat jelas tetapi, pada saat yang sama, dia tidak akan pernah mengekspos negaranya ke dalam bahaya Daftar Poker.

Di kesempatan yang sama, Abadi menyuarakan keprihatinan atas keamanan nasional Irak. Dia mengungkapkan ketakutannya, bahwa kemenangan atas ISIS, dan penghapusan sektarianisme, serta kedaulatan dan keamanan negara yang berjuang keras, dapat dikorbankan di tangan intervensi asing.